Ajaran Tentang Ketuhan Yang Maha Esa

Menurut Ajaran dan Keyakinan warga Paguyuban Purnomo Sidi , bahwa Tuhan itu ADA , namun tidak kelihatan serta tidak dapat dijelaskan oleh karena keterbatasan dan kemampuan penalarannya manusia , bahkan sesuatu yang ada di alam semesta ini tidak mungkin ada sesuatu tanpa ada yang mengadakan , pasti ada yang mengadakan.

Tuhan Yang Maha Esa lah yang mengadakannya serta merupakan Sumber Tunggal keberadaan AlamSsemesta ini dan Tuhan Yang Maha Esa adalah Pencipta seluruh Alam Semesta beserta dengan segenap isinya , termasuk keberadaan manusia di dunia ini maupun mahluk yang tidak kelihatan oleh mata adalah atas Ijin dan Kehendak – Nya .

Di dalam kitab – kitab para Leluhur jawa ( dalam ungkapan bahasa jawa ) bahwa Tuhan Yang Maha Esa disebut diantaranya sebagai berikut :

    1. Gusti ingkang Akarya Jagat , Tuhan Yang Maha Esa yang menciptakan Dunia beserta segenap isinya .

    2. Gusti ingkang Murbeng Dumadi , Tuhan yang Maha Esa yang menciptakan dari yang tiada menjadi ada .

    3. Gusti ingkang Murbeng Gesang , Tuhan Yang Maha Esa yang menguasai seluruh kehidupan dan kehidupan itu adalah ciptaan – Nya .

    4. Kang tetep langgeng tan owah gingsir ing kahanan jati , Tuhan Yang Maha Esa yang tetap hidup abadi tak akan berubah dalam keadaan apapun .
 
    1. Kang urip tan keno ing pati , Tuhan Yang Maha Esa hidup selama lamanya dan tak akan mati .

 

    1. Tan ana kang madhani , tidak ada yang dapat menyamai .

 

    1. Ora lanang ora wadon , tidak laki – laki tidak perempuan .

 

    1. Ora peputra ora pinutrakake , tidak beranak dan tidak di peranakkan .
 
  1. Cedak tanpa senggolan , adoh tanpa wangenan , dekat tidak bersentuhan jauh tanpa batasan.
  2. Tan kena kinaya apa , tidak dapat digambarkan maupun dikatakan seperti apa.

Menurut pandangan Paguyuban Purnomo Sidi , bahwa Tuhan Yang Maha Esa mempunyai banyak sifat – sifatnya seperti yang tercermin pada sebutan – sebutan Nya , antara lain :

  1. Gusti Ingkang Maha Agung , Tuhan Yang Maha Agung dapat diartikan bahwasannya Tuhan itu tidak ada yang menyamainya serta dapat menandingi kebesaran dan keagungan – Nya , maka dari itu Tuhan Yang Maha Esa tidak dapat digambarkan dan disamakan dalam bentuk apapun .  Sedangkan manusia ciptaan Tuhan yang paling sempurnapun hanya memiliki kesempurnaan yang sangat terbatas .
  2. Gusti Ingkang Maha Suci , Tuhan yang Maha Suci dapat diartikan bahwa Tuhan merupakan sumber Tunggal dari segala kesucian serta selalu benar dari segala kebenaran yang sempurna , tidak ada manusia yang selalu benar kecuali hanya Tuhanlah yang Maha Benar , dan selama hidupnya manusia tak lepas dari perbuatan khilaf dan kesalahan serta dosa. Maka manusia berkewajiban untuk selalu mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa siang maupun malam , sehingga akan selalu terpelihara dari kemungkinan ke khilafan serta berbuat kesalahan dan dosa .
  3. Gusti Ingkang Maha Kuwaos , Tuhan Yang Maha Kuasa dapat diartikan bahwa Tuhan menguasai seluruh Alam Semesta beserta segenap isinya , termasuk Manusia dan Mahluk hidup lainnya yang berada di atas bumi ini , kekuasaan Nya Diatas segala – galanya dan mutlak tanpa batas .
  4. Gusti Ingkang Maha Wikan , Tuhan Yang Maha Mengetahui dapat diartikan bahwa Tuhan mengetahui segala – galanya yang terjadi di alam semesta ini termasuk mengetahui segala gerak gerik dan tingkah laku , perbuatan , ucapan serta gagasan manusia yang tak terucapkanpun diketahui – Nya .
  5. Gusti Ingkang Maha Asih , Tuhan Yang Maha Kasih , dapat diartikan bahwa Tuhan selalu memberikan kasih kepada seluruh umatnya ( ciptaan – Nya ) termasuk manusia , Tuhan selalu memberikan maaf atas kesalahan kesalahan umat – Nya apabila umatnya memohon ampunan – Nya dengan tulus ikhlas maka Tuhan Yang Maha Esa juga selalu disebut Tuhan Yang Maha Pengampun
  6. Gusti Ingkang Maha Adil , Tuhan Yang Maha Adil dapat diartikan bahwa Tuhan selalu memberikan rasa keadilan kepada seluruh umatnya yang seadil – adil Nya Tidak memihak siapapun serta tidak berat sebelah dan tidak pernah pilih kasih . Seperti sebuah ungkapan yang dalam bahasa jawanya : Loh Subur Kang Sarwa Tinandur dalam arti bebasnya ialah , bahwa manusia dapat berbuat ( menanam apa saja ) di dunia ini , tetapi atas perbuatannya nanti pasti akan ( memetik ) mendapatkan hasilnya .
  7. Gusti Ingkang Maha Mirah , Tuhan Maha Pemurah, dapat diartikan bahwa Tuhan selalu mengabulkan permohonanya seluruh umat – Nya , permintaan yang baik maupun permintaan yang buruk semuanya akan dikabulkan – Nya . Akan tetapi semua permintaan baik dan buruk itu nantinya akan kembali kepada Manusianya sendiri yang menerima , dan Tuhan tidak akan mengurangi beban Sedikitpun , walaupun sebesar biji debu .
  8. Gusti Ingkang Maha Mulya , Tuhan Yang Maha Mulia dapat diartikan bahwa Tuhan sangat dimuliakan , diagungkan asma – Nya serta disembah oleh seluruh Umat ciptaan – Nya .
  9. Gusti Ingkang Maha Wicaksana , Tuhan Yang Maha Bijaksana , dapat diartikan bahwa Tuhan memiliki kebijaksanaan yang tiada taranya , atas kehendak -Nyalah segala sesuatu yang ada di alam semesta ini dapat terjadi dan semua yang diciptakannya berjalan sebagaimana mestinya serta yang seharusnya terjadi .
  10. Gusti Ingkang Maha Sampurna , Tuhan Yang Maha Sempurna , dapat diartikan bahwa Tuhan adalah yang paling Maha Sempurna , tiada sebuah kata – kata maupun ungkapan yang mampu untuk melukiskan kesempurnaan – Nya . Tidak mempunyai cacat serta kesalahan sedikitpun , sedangkan manusia sebagai mahluk ciptaan – Nya yang paling sempurnapun masih sangat banyak cacat dan kekurangan serta kesalahan .

Masih banyak sifat – sifat Tuhan Yang Maha Esa dengan sifat – sifat yang serba Maha : Maha Indah , Maha Bagus , Maha Penyayang , Maha Pengampun , Maha Kaya , Maha Langgeng dan sebagainya .

Manusia sebagai insan ciptaan Tuhan yang paling sempurna , tidak akan memiliki sifat  sifat yang menyamai Sang Maha Penciptanya , manusia hanya diberi sifat sifat Tuhan yang sangat kecil dan terbatas misalnya : sifat cinta / kasih , sifat pemurah, dan sifat adil, serta sifat kebijaksanaan dan lain – lainnya .

Jika manusia mau betul – betul menyadari atas keterbatasannya dan ketak berdayaannya di hadapan Tuhan Yang Maha Esa maka manusia itu tidak akan sombong dan takabur , melainkan hanya akan selalu mendekatkan diri berserah diri (Tebih ajrih suwong pasrah ) dan bersujud manembah kepada Tuhan Yang Maha Esa agar mendapatkan petunjuk  petunjuk serta bimbingan – Nya sehingga pada saat akhir hayatnya kelak dapat diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa ( manunggaling kawula lan Gusti ) bersatunya insan dengan Sang Pencipta .

Menurut pandangan Paguyuban Purnomo Sidi , bahwa Tuhan Yang Maha Esa adalah Tuhannya seluruh Umat Semesta Alam yang mempunyai kekuasaan di atas segala – galanya , mutlak dan tidak terbatas serta abadi , tidak dapat dijangkau oleh kemampuan akal manusia maupun dengan bantuan peralatan Tenologi buatan manusia yang Super Canggih . Tuhan Yang Maha Esa mengusai seluruh hidup manusia dan kehidupan seluruh Mahluk yang ada di atas Bumi ini maka sudah selayaknya dan sepantasnyalah bahwa manusia selalu bersujud serta menyembah kepada – Nya .