Sejarah Lambang Paguyuban Purnomo Sidi

Bahwa adanya Lambang Paguyuban Purnomo Sidi bermula dari Dawuh Almarhum Pepunden Agung Eyang Kyai Mustaqim Subari kepada kami untuk membuat sebuah gambar simbol / Lambang Paguyuban Purnomo Sidi yang dalam gambar tersebut mempunyai makna serta tujuan dari Paguyuban Purnomo Sidi , seterusnya Almarhum Eyang Kyai Mustaqim Subari memberikan Dawuh kepada kami untuk melakukan Laku Tirakatan di Argo Dalem puncak Gunung Lawu telebih dahulu sebelum membuat gambar simbol itu ( kami melaksanakan Laku Khusus Dawuh dari Almarhum Eyang Kyai Mustaqim Subari pada awal tahun 1992 ) .

Di dalam kami mengadakan Laku Tirakatan selama 41 hari di Argo Dalem puncak Gunung Lawu kami pada setiap harinya selalu merenungkan seluruh ajaran – ajaran yang kami dapat dari Almarhum Eyang Mustaqim Subari khususnya untuk Paguyuban Purnomo Sidi serta kami tuangkan di dalam gambar simbol / Lambang Purnomo Sidi itu sampai selesai . Dan setelah kami anggap gambar simbol itu telah selesai , maka gambar lambang tersebut segera kami haturkan dengan Almarhum Eyang Kyai Mustaqim Subari , dan setelah beliau melihat gambar itu serta kami memberikan keterangan dari makna gambar itu secara detail , maka saat itu juga beliau memberikan Dawuh kepada kami bahwa Gambar simbol itu supaya di abadikan menjadi Lambang dari Paguyuban Purnomo Sidi untuk selama lamanya .

 

PAGUYUBAN PURNOMO SIDI, mempunyai suatu lambang dengan susunan / komposisi berbentuk lukisan berwarna , hiasan , dan tulisan sebagai tanda kehormatan yang menggambarkan indentitas dan ciri khas serta cita – cita Paguyuban Purnomo Sidi dan sebagai daya pendorong untuk membangkitkan , dan membina semangat anggota sesuai dengan jiwa yang terlukis dalam bentuk dan isi Lambang Paguyuban Purnomo Sidi .

LAMBANG PAGUYUBAN PURNOMO SIDI, pada dasarnya berbentuk bulat bola dan terbagi dalam tiga bagian yaitu bagian atas , bagian tengah , dan bagian bawah . Masing – masing bagian mempunyai gambar ataupun tulisan dan mempunyai makna sebagai berikut :

I . Bagian Atas .

  • Tertulis nama ” Paguyuban Purnomo Sidi ” yang tertulis secara menyambung berwarna hitam membentuk setengah lingkaran.
  • Sebuah Rembulan yang bulat berwarna putih terletak di tengah bagian atas sebuah lingkaran.
  • Garis pancaran Sinar Rembulan yang berjumlah 15 ( lima belas) berwarna hitam dengan dasar awan yang berwarna kuning keemasan.

II . Bagian Tengah .

  • Terbentang membujur secara horizontal dari sisi bagian kanan sampai pada sisi bagian kiri atau terlukis berupa sebuah gunung yang berwarna biru tua.
  • Garis yang membentuk sebuah gunung berwarna hitam.

III . Bagian Bawah .

  • Terbentang lukisan kepulauan Nusantara Republik Indonesia dengan pulau berwrna hitam dan lautan berwarna Kuning Keemasan.
  • Sisi kanan terlukis untaian padi dengan warna kuning dan sisi kiri terlukis untaian kapas dengan warna hitam dan putih.
  • Di tengah kepulauan Nusantara tepatnya di tengah pulau jawa ( jawa tengah ) berdiri tegak lurus sebilah Pusaka Keris lurus berwarna putih dengan pegangan keris berwarna merah.
  • Untaian pita pada lingkaran bagian bawah di sebelah sisi kanan dan kiri ( di tengahnya ) ada sembilan buah garis pendek berjajar berwarna hitam.

 

Lambang Paguyuban Purnomo Sidi mempunyai makna sebagai berikut :

 

I . Bagian Atas :

  • Nama Paguyuban Purnomo Sidi menduduki tempat teratas sebagai Lambang Kehormatan yang pantas dijunjung tinggi serta memiliki makna tersendiri dalam menciptakan kedamaian , ketentraman ( keguyuban ) bagi seluruh keluarga besar Paguyuban Purnomo Sidi.
  • Rembulan ( Sang Basonto ) berwarna putih memancarkan sinar terang (garis hitam) ke seluruh kawasan Nusantara , memberi arti bahwa Paguyuban Purnomo Sidi akan berusaha semaksimal mungkin untuk mampu memberikan jalan terbaik kepada seluruh warga (keluarga besar ) Paguyuban Purnomo Sidi sewaktu mereka sedang menderita kegelapan lahir dan batin.
  • Pancaran Sinar berjumlah 15 ( lima belas) mempunyai makna setiap malam Bulan Purnama , Paguyuban Purnomo Sidi selalu mengadakan sarasehan /pertemuan kepengurusan dan anggota untuk mengadakan evaluasi serta membahas hal ke organisasian dan perkembangan lain – lainnya.

II . Bagian Tengah .

  • Lukisan sebuah Gunung berwarna biru tua melambangkan bahwa keberadaan Paguyuban Purnomo Sidi diharapkan dapat memiliki jiwa besar yang kokoh dan kuat dalam usaha membina , menempa diri serta memberikan bimbingan kepada warganya untuk dapatnya menjadi Insan yang berbudi pekerti luhur .

III . Bagian Bawah .

  • Ketiga bagian pokok yang memliki makna sendiri – sendiri yang merupakan satu kesatuan rangkaian yang tak terpisahkan itu , mempunyai arti bahwa keberadaan kehidupan di dalamnya memiliki masa awal , masa madya , dan masa akhir (Purwo , Madyo , Wasono ).
  • Kepulauan Nusantara Indonesia merupakan suatu wadah berkembangnya kehidupan bermasyarakat , berbangsa dan bernegara bagi semua warga Negara Indonesia , termasuk keberadaan dan kehidupan bagi Paguyuban Purnomo Sidi tercinta.
  • Untaian Padi dan Kapas merupakan cita – cita kemakmuran bersama , bahwa semua warga Negara dalam ruang lingkup bumi nusantara sudah banyak memperoleh cukupan pangan , sandang , dan papan , sesuai dengan jenjang masing masing termasuk di dalamnya adalah Paguyuban Purnomo Sidi.
  • Sebilah Keris berdiri tegak berpamor putih memberikan isyarat kepada seluruh warga Paguyuban Purnomo Sidi untuk selalu mengutamakan / menegakan kesucian serta keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Y.M.E.
  • Bentuk Keris lurus ( berdiri tegak lurus ) berwarna putih , menggambarkan bahwa seluruh pengurus dan anggota Paguyuban Purnomo Sidi mempunyai kewajiban menegakkan keadailan dan kebenaran dengan disertai tulus ihlas dan hati yang bersih.
  • Pegangan Keris berwarna merah, melambangkan jiwa keberanian serta semangat kepahlawanan dan berani menjauhkan diri dari perbuatan yang tercela
  • Letak pusaka keris yang berdiri tegak di tengah – tengah kepulauan Jawa (tepatnya di Kota Surakarta Hadiningrat ) adalah tempat di dirikannya Paguyuban Purnomo Sidi yang merupakan sejarah dan peristiwa tersendiri bagi Paguyuban Purnomo Sidi.
  • Garis pendek berjumlah sembilan mengisyaratkan bahwa Paguyuban Purnomo Sidi sangat menjunjung tinggi dan menghormati atas kebenaran Ilmu dan Ajaran para Wali Songo di dalam olah Laku nya ( atau) di dalam perjalananya menempuh suatu Ilmu kesempurnaan serta ke Tqwaan dan ke Imananya kepada Tuhan Yang Maha Esa yang juga merupakan pokok ajaran yang perlu dijadikan contoh untuk seluruh warga Paguyuban Purnomo Sidi.
  • Warna Putih , Kuning , Hitam , Biru , Merah mempunyai makna khusus dalam isyarat ” Keghaiban ” bagi Paguyuban Purnomo Sidi di dalam menuju
    ” Memayu Hayuning Bawono “. Warna Putih adalah merupakan bentuk kesucian , warna Kuning Keemasan merupakan Cahaya Ghaib , warna Biru tua merupakan jiwa kebesaran yang penuh keteguhan , warna Merah merupakan jiwa keberanian , warna Hitam merupakan jiwa yang penuh kemantapan dan tak tergoyahkan

 

Demikianlah makna dari Lambang Organisasi Paguyuban Purnomo Sidi Pusat Surakarta .

Surakarta , 28 April 2006

Ketua / Sesepuh.

PAGUYUBAN PURNOMO SIDI
PUSAT SURAKARTA

 

KRMT. H. ACH. KAILANI DJAILANI