Tata Cara Sungkeman Di Dalam Cepuri

  1. Petugas / Anggota yang di tunjuk untuk mempersiapkan tempat , berangkat terlebih dahulu menuju ke Cepuri / Pelenggahan dengan membawa peralatan alas tikar secukupnya , selanjutnya disusul oleh para petugas / anggota yang di tunjuk untuk membawa bunga serta Dupa, Kemenyan ( Sesaji kalau ada ).

  2. Sesaji harus di tempatkan pada tempat yang khusus / dan letaknya harus lebih tinggi dari kedudukan seluruh para peserta Sesaji.

  3. Seluruh Pengurus dan Anggota Organisasi Paguyuban Purnomo Sidi bersama – sama berangkat menuju ke Cepuri / Pelenggahan , serta petugas / anggota yang di tunjuk sebagai pengamanan bertanggung jawab mengawasi / menjaga para anggota khususnya anggota wanita.

  4. Seluruh Pengurus dan anggota sewaktu sampai di depan pintu masuk ke Cepuri (Pelenggahan) di wajibkan terlebih dahulu Jongkok dengan Sungkem (memberikan hormat ) dan seterusnya masuk ke dalam Cepuri / Pelenggahan , begitu juga sewaktu keluar sampai di depan pintu Cepuri / Pelenggahan.

  5. Setelah masuk pintu Cepuri / Pelenggahan , bagi anggota di haruskan berjalan melalui sebelah kiri (Barat) Pelenggahan , untuk Ketua Umum / Sesepuh Paguyuban serta para Kadhang Sepuh ( para Ketua I , II , III , IV ) berjalan melalui sebelah kanan (Timur) Pelenggahan dan di larang keras untuk seluruh pengurus dan anggota berjalan diantara dua Pelenggahan.

  6. Dalam acara Sungkeman , urutan tempat duduk para peserta Sungkeman terlebih dahulu oleh para Kadhang Kadhang muda yang bertempat di belakang para Kadhang Kadhang Sepuh.

  7. Anggota Paguyuban yang telah masuk dalam Cepuri / berada di tempat Sungkeman di larang keras berdiri ( kecuali yang bertugas membagikan Dupa atau Petugas khusus yang di tunjuk oleh Sesepuh untuk mengadakan pengamanan Sesaji dll ).

  8. Pembakaran Dupa / Kemenyan di lakukan setelah Ketua Umum / Sesepuh Paguyuban duduk di dalam Cepuri / Pelenggahan , setelah Dupa / Kemenyan di bakar selanjutnya di bagi – bagikankan dan khusus untuk Ketua Umum / Sesepuh Paguyuban sebanyak 7 buah , Ketua I , II , III , IV, 7 buah , Ketua Wilayah 3 buah dan untuk seluruh anggota (tiap anggota) 1 buah.

  9. Setelah Sesepuh selesai Sungkeman ( dan telah menancapkan Dupa ) Sesaji yang berada di tempat Pelenggahan harus segera di angkat dan di bawa kembali ketempat Pertemuan (atau) kecuali ada Dawuh khusus dari Ketua Umum / Sesepuh Paguyuban ( begitu juga bagi yang menyanggarkan sesuatu benda / Pusaka ) , dan selanjutnya para anggota melaksanakan tabur Bunga ( mengambil bunga secukupnya di karenakan mengingat anggota lainnya ).

  10. Setelah Ketua Umum / Sesepuh Paguyuban selesai menabur bunga lalu meninggalkan tempat Cepuri / Pelenggahan dan menuju kembali ke tempat pertemuan dan untuk para Kadhang Sepuh lainnya di wajibkan selalu mengawal di belakang Ketua Umum / Sesepuh Paguyuban , dan seterusnya para anggota kembali ke tempat pertemuan dengan teratur dan duduk dengan tertib kembali.

  11. Bagi anggota wanita yang sedang datang bulan di larang keras masuk / mengikuti kegiatan dalam Cepuri atau Pelenggahan, hanya diperbolehkan menunggu di luar Cepuri (atau) Pelenggahan .